APENSO INDONESIA

header ads

DIALOG GARENG - PETRUK (DIGARUK) : KANG GARENG SOROTI ISTANA NEGERI BARU (INB)

DIALOG GARENG - PETRUK (DIGARUK) :


KANG GARENG SOROTI ISTANA NEGERI BARU (INB)
Oleh : Kris Mariyono
Director of Jurnalism Apenso Indonesia



Kang Gareng sebagai Ketua Dewan Sesepuh Penasehat Pimpinan Puncak Utama Negeri (DSP3UN) angkat bicara bukan angkat tangan terkait pemberian nama Ibukota Ngeri..ee Negeri Baru (INB) dengan lebel nama Istana Karangbumi Negeri Karang ġedempel. Nama sudah disyahkan meski kapan selesainya Ibukota Negeri Baru tergantung tepat dan tidaknya target penyelesaian.

"Ya semua proyek berskala mega yang penting bukan mega mendung semestinya diselesaikan sesuai target waktu Kang, memang dasar Pranata Haluan Proyek (PHP) yang kini masih dalam nuansa Rancangan PHP," jelas Bagong dihadapan Kang Gareng disaksikan Petruk.

"Ada yang kurang pas buat saya Kang. Nama Mega Proyek INB, tapi apa artinya Bagong ya orang jelata kadang menerima rejeki kurang merata hahaha," tandas Bagong diwarnai tertawa kecil.

"Bunga kantil bunga melati, siapa bilang yang kecil tidak berati..tetap berati Gong meski itu batu kerikil kalau dikumpulkan satu gerobak apa tidak berguna, pasti bermamfaat," ungkap Petruk yang pernah ikut survey ke daerah Ibu kota baru Karangbumi.

"Gong kalau kamu pas atas nama IKBN terbuka saja jangan tertutup, biar lancar," kilah Kang Gareng penuh diplomatis.

"Kang Gareng dan Truk, kalau nama Karang Bumi itu sebenarnya terlalu menyempitkan keberadaan Bumi atau Jagad begitu luas menjadi sempit jika hanya dikesankan menjadi Ibukota Negeri yang baru," beber Bagong sembari bergegas pergi.

"Beli shanghai keliru ragi, hai jangan pergi Gong..dengar penjelasan Kang Gareng biar tidak ada yang mengganjal dan pas semua," papar Petruk yang tidak ingin ada warga yang kecewa termasuk Bagong.

"Ya Gong palu sudah diketuk nama sudah ditentukan, memang bila dikaitkan dengan kesan memang kurang pas, tapi harus diingat dan tidaknya tergantung pemahaman warga negeri secara fungsional memang sangat mudah dipahami dan diingat secara dis fungsional mengecilkan arti jagad atau bumi hanya menjadi nama ibukota negeri. Seiring perkembangan per-kabaran atau per-infoan warga negeri tetap akan percaya jagad atau bumi...tetap begitu adanya..sesuai kodratnya Gong," tutur Kang Gareng panjang lebar.

"Okey Kang Gateng..ee Gareng saya paham. Saya mengerti. Pendapat saya hanya sebagai bahan kajian semata karena semuanya sudah terjadi ..sebagai warga negeri terbaik saya akan terus berdoa Ibu Kota Baru Negeri segera terwujud bisa memakmurkan dan mensejahterakan anak cucu cicit," terang Bagong seterang hatinya seandainya bisa dilihat dengan senter.

"Ote-ote pakai saos, okey Bos...Bos Bagong ..seger waras semangat," tandas Petruk sembari tersenyum.



🌸AHAD BERKAH🌸
SELAMAT PAGI & SEMANGAT BERAKTIVITAS
JAGA KESEHATAN & KEBERSIHAN
-------



Posting Komentar

0 Komentar