APENSO INDONESIA

header ads

AJAK GURU SMP PGRI 6 SURABAYA UNTUK MENCETAK GENERASI EMAS UNGGUL DAN GENERASI QUR’ANI MELALUI METODE WAFA

“AJAK GURU SMP PGRI 6 SURABAYA UNTUK MENCETAK GENERASI EMAS UNGGUL DAN GENERASI QUR’ANI MELALUI METODE WAFA”

(Gambar Ilustrasi)

Oleh : Banu Atmoko
Apenso Indonesia


Seiring berkembangnya zaman, maka begitu pula dengan metode belajar mengajar juga terus mengalami perubahan. Kalau dulu cenderung masih menggunakan metode belajar Al-Quran yang monoton, kaku dan sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi zaman saat ini. Pelatihan Guru Al-Quran metode Wafa. 

Metode Wafa merupakan salah satu cara mengajar mengaji berbasis otak kanan. “Ilmu itu berkembang, dulu itu ada metode-metode pembelajaran Al-Quran. Sekarang ada metode Wafa sebagai perangkat terkini dalam metode pembelajaran Al-Quran. Menurutnya, metode Wafa merupakan cara mengenal dan belajar Quran dengan mudah sesuai dengan berkembangnya zaman.

Kita sebagai pendidik harus mengajarkan murid dengan metode pembelajaran yang efektif dan menarik. Konsep pembelajaran mulai memahami, mempraktekkan dan menghafal Al Qur’an.” Unik, kreatif dan menyenangkan, itulah yang peserta pelatihan dapatkan. 

Bisa dibayangkan jika anak didik belajar dengan nyaman dan menyenangkan. Tentunya pelajaran apapun dapat mereka pahami. Salah satu metode yang diajarkan dalam pelatihan adalah metode cerita. Pendidik diminta lebih inovatif dalam mengajarkan al-quran kepada anak didik. Mudah-mudahan ilmu yang didapatkan selama pelatihan bisa bermanfaat dan diaplikasikan.

Kewajiban sebagai umat Islam yaitu mengamalkan segala apa yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan-Nya dalam Al-Quran. Dalam mengamalkan kewajiban itu sepenuhnya maka dituntut untuk membaca dan mempelajari Al-Quran. 

Kemampuan dalam membaca Al-Quran menjadi perhatian khusus di lembaga-lembaga pendidikan Islam, khususnya di Sekolah berbasis Islam terpadu. Tidak sedikit peserta didik di Sekolah Islam Terpadu kurang mampu membaca Al-Quran dengan tajwid yang baik dan benar. 

Membaca Al-Quran yang dianjurkan yaitu membacanya secara tartil berarti telah menguasai tajwiddan makharijul huruf(tempat keluarnya huruf) serta sifatul huruf (sifat huruf).1Hal ini sesuai yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’alaberfirman :ۗاًلْيِّحْرَحَنٰاْرُلْلاِّلِّحَرَو٤
Artinya: “Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan”.(Qs. Al-Muzammil: 4)

Belajar membaca Al-Quran dengan baik dan benar bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu dalam membaca Al-Quran diperlukan metode yang tepat dan dapat memudahkan proses pembelajaran tersebut. 

Penerapan metode yang tepat baik digunakan terutama bagi peserta didik sekolah dasar yang masih mudah untuk dikendalikan. Banyak ulama yang telah menulis buku-buku mengenai membaca Al-Quran tata cara dan kaidah-kaidah tajwid, tetapi masih sangat sedikit umat Islam mampu memanfaatkan dan mengamalkan karangan-karangan pada ulama tersebut. 

Maka menjadi tugas yang mulia dan utamalah bagi orang tua dan guru terutama mata pelajaran Al-Quran bertugas untuk mengajarkan ilmu tajwid kepada peserta didiknya agar dapat mempelajari, membaca huruf-huruf Al-Quran dengan baik dan benar.

Sistem pembelajaran membaca Al-Quran saat ini masih belum baik, dan belum mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif. Hal tersebut menyebabkan rendahnya minat anak dalam belajar membaca Al-Quran. Masih banyak pula ditemukan bahwa banyak peserta didik masih belum mempu membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Serta masih banyak pula ditemukan ketidaksadaran masyarakat tentang pentingnya belajar Al-Quran.

Mempelajari Al-Quran membutuhkan metode agar peserta didik lebih cepat memahami tata cara membaca Al-Quran, namun demikian metode yang di maksud disini adalah cara atau jalan yang ditempuh sebagai penyajian bahan-bahan pelajaran agar mudah diterima, diserap dan dikuasai oleh peserta didik dengan baik dan menyenangkan. 

Di samping itu, penting pula memperhatikan keadaan peserta didik yang hendak di didik, dan bahan pelajaran yang hendak disampaikan. Dengan demikian ustadz/ustadzah harus mengetahui kondisi peserta didik agar penyampaian materi melalui metode yang diterapkan dapat dengan mudah dipahami dan dicerna oleh peserta didiknya.

Belakangan ini telah banyak metode pengajaran baca tulis Al-Quran dikembangkan. Begitu juga buku-buku panduannya telah banyak di susun dan di cetak. Para pengajar baca tulis Al-Quran tinggal memilih metode yang paling cocok, efektif dan paling efisien untuk digunakan seperti buku tajwid Asy-Syafi‟i yang ditulis oleh Abu Ya‟la Kurnaedi, Matan Tunfatul Athfal yang ditulis oleh Syekh Sulaiman Al-Jamzuri, Tajwid Al-Quranul Karim yang ditulis oleh Ismail Tekan dan masih banyak lagi buku tajwid pembelajaran Al-Quran lainnya.

Namun demikian, masih saja ada diantara siswa di dalam membaca dan menghafalkan Al-Quran masih terdapat kesalahan-kesalahan yang signifikan seperti pengucapan huruf yang salah atau salah dalam masalah panjang pendek dalam membaca Al-Quran sehingga ini merupakan kesalahan yang fatal dalam membaca dan menghafalkan Al-Quran. 

Dalam hal ini dibutuhkan metode yang tepat untuk membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Metode Wafa pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 2013 disebabkan oleh metode-metode pengajaran membaca Al-Quran yang sudah tersebar di masyarakat sebelumnya, khususnya yang telah sukses mengantar banyak anak bisa membaca Al-Quran dengan tartil seperti metode Ummi, metode Insani, dan metode-metode yang lainnya.

Metode wafa belajar Al-Quran otak kanan memiliki beberapa sifat yang luar biasa seperti lebih fleksibel, menerima hal baru yang terkadang tidak logis, imajnatif, penuh inofasi, kreatif dan dilakukan secara tidak sadar berdasarkan kebiasaan-kebiasaan. Metode ini dirancang secara khusus sebagai metode yang sangat bersahabat dengan anak.

Metode ini bersifat komprehensif dan integratif dengan metodologi pengajaran yang dikemas menarik dan menyenangkan. Sebagai wujud komprehensifitas, pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan mencakup 5 T : Tilawah, Tahfizh, Tarjemah, Tafhim dan Tafsir.

Pembelajaran yang digunakan menggunakan pendekatan otak kanan yang asosiatif dan imajinatif. Metode wafa ini dipilih karena penggunaannya yang mudah dipahami dan mudah diingat. Metode wafa sudah terbukti keefektifan dalam meningkatkan bacaan Al-Quran siswa. Hal tersebut dibuktikan melalui penelitian relavan yaitu bahwa metode wafa memiliki urgensi dalam perbaikan membaca Al-Quran menggunakan ilmu tajwid yang hasilnya sangat berpengaruh terhadap baca dan ketartilan membaca Al-Quran. Oleh karena itu, metode wafa sangat relevan dengan proses perbaikan membaca Al-Quran.

Ramadhan yang kurang 2 hari lagi dimanfaatkan oleh Guru - Guru SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS "AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III N0 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir yang terdiri dari ibu ANIS LAILY MUFIDAH, S.Pd, ibu MEI RATNA SUSANTI, S.Si, ibu YUNI ISMARYATI, S.Pd, ibu SRI SUPADMI, S.Pd, ibu SUGIARTI, S.Pd pada hari Sabtu, 10/4/2021 mengikuti Webinar tentang SCALE UP PROGRAM 2021 yang diadakan oleh WAFA INDONESIA melalui Join Zoom Meeting https://us02web.zoom.us/j/86712318050 Meeting ID: 867 1231 8050.

Dalam paparannya Apakah yang harus di tashnif dari guru? Tashnif Guru : 1.Kemampuan tilawah 2.Kemampuan tahfidz 3.Kemampuan mengajar.
Apakah yang harus di tashnif dari siswa ? Siswa : 1.Kemampuan tilawah 2.Kemampuan tahfidz. 

Di samping itu, dalam Webinar tersebut juga di jelaskan karakteristik guru pendamping persiapan munaqosyah guru dan siswa 1.Mampu berperan sebagai quality control kualitas bacaan guru dan siswa yang meliputi aspek : a.Fashohah, b.Tajwid, c.Kelancaran, d.Kelantangan (nada dan tempo), e.Penguasaan teori dan praktek tajwid-gharib, f.Penguasaan teori sifat huruf (khusus guru); 2. Disiplin; 3. Ramah. 

Dalam kesempatan tersebut, Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya alumni jurusan PLS UNESA kelahiran April 1984 berharap agar Guru – Guru di SMP PGRI 6 Surabaya dapat menularkan ilmu Al Qur'an metode Wafa ini kepada anak didiknya baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS "AL-IKHLAS Surabaya. Apalagi di masa Pandemi seperti saat ini dan menyambut Ramadhan 1442 H harapannya siswa/siswi SMP PGRI 6 Surabaya bisa lancar dalam pembelajaran Al Qur'an dimana mengaji wafa adalah salah satu ekstra yang ada di SMP PGRI 6 Surabaya, walaupun SMP PGRI 6 Surabaya masih baru memakai wafa. Semoga bisa terus mengajarkan dan mensyiarkan Al Qur'an, kata Penulis.

Untuk kegiatan wafa hari ini memberikan link presensi kepada para peserta yaitu melalui link presensi kegiatan hari ini : https://forms.gle/aMRBNdbQMa1hN7iH8. Semoga SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS "AL-IKHLAS Surabaya mampu mencetak Generasi Emas Unggul dan Generasi Qur'ani.
#TantanganGuruSiana  
#dispendikSurabaya 
#Guruhebat



Posting Komentar

0 Komentar