APENSO INDONESIA

header ads

PENDIDIKAN KOLABORASI DARING


PENDIDIKAN KOLABORASI DARING


Oleh: Gempur Santoso

Selama ini, saya belum pernah membaca artikel atau laporan. Terkait keberhasilan belajar melalui daring di pendidikan formal (izin resmi).

Tapi, saya pernah tahu orang belajar berhasil melalui daring (dalam jaringan). Daring itu : fb, WA, instagram, ataupun youtube. Di pendidikan bukan formal. Misal : belajar beternak burung, beternak kroto (telur anggrang), membuat/berhasil bertani sistem biopori dan sebagainya. Berhasil.

Zaman coronavirus ini pun melalui daring. Bagaimana keberhasilan pendidikan formal ?. Masih belum tahu. Masih banyak dugaan. Masih banyak asumsi anak belajar daring, apakah betul betul bisa ?.

Kalau pendidikan formal, peserta didik menuntut ijazah/sertifikat.

Kalau pendidikan tidak formal tidak menuntut ijazah/sertifikat, yang penting bisa.

Kok begitu ?

Segala hal masuk bekerja secara formal. Pasti ditanya/melampirkan ijazah/sertifikat formalnya. Jadilah karyawan. Jadilah anak buah. Jadilah buruh pabrik. Dan sebagainya.

Kalau membuat kerja/usaha tidak perlu. Yang penting bisa. Yang penting mampu. Kadang, jika sukses butuh karyawan/anak buah.

Kini, saat kebijakan coronavirus. Banyak lembaga pendikan pakai daring. Dari Paud (pendidikan anak usia dini) hingga perguruan tinggi (Perti).

Terutama perti swasta. Saat pendaftaran mahasiswa baru. Bahkan pendaftaran gratis, banyak beasiswa, dan lain-lain, kreatif.

Tentu dimaklumi. Perti swata, lebih besar dibiyayai dari mahasiswa. Ada break even point (jumlah terendah - impas). Paling ngoyo (kerja keras) kayaknya yang pembangunannya dulu, dari hutang - harus ngangsur.

"Saling nguping". Coranavirus kapan selesainya. Apakah akan berlaku "new normal" berlaku protokol kesehatan. Atau akan kembali seperti dulu.

Kalau perhatikan zaman "tidak ada zaman mundur, tapi maju tak ke masa lalu". Berbasis ergonomis bahwa jalan sehat dan alami manusia jalan juga maju. Mundur hanya darurat.

Tampaknya. Perti terus maju. Mengikuti zaman. Yang tepat lebih dulu bisa, itu pemenangnya.

Tampaknya, pilihan yang diambil. Menggabungkan daring dan tatap muka. Bagaimana bentuknya ? Siapa yang lebih dulu, yakni yang berfikir dan jalankan.
Kita lihat dan amati...

Semoga semua eksis dan maju...aamiin.
(GeSa)









Posting Komentar

0 Komentar