APENSO INDONESIA

header ads

RENDAH HATI DAN SEPERTI BINTANG

Lentera:

RENDAH HATI DAN SEPERTI BINTANG
Oleh: Agung Santoso
Director Lentera and Education
APENSOINDONESIA.COM


Al-Imam Muhammad bin Husain al-Ajurry rahimahullah berkata ketika menyebutkan akhlak para penghafal al-Qur'an, dalam terjemahannya sbb:

"Tawadhu' dalam dirinya, jika kebenaran dikatakan kepadanya maka dia menerimanya dari orang kecil maupun orang besar, mencari kemuliaan hanya dari Allah, bukan dari makhluk, sangat membenci kesombongan, dan khawatir hal itu akan menimpa dirinya."

PENJELASAN :

1. Semakin akrab seseorang dengan Al Quran maka ia semakin rendah hati dan semakin jauh dari Al Quran maka ia akan semakin takabbur dan arogan .

2. Tawadhu itu rendah hati bukan rendah diri.

3. Rendah hati ia tidak sombong dengan kemampuan yang ia miliki sedangkan rendah diri adalah tidak percaya diri dengan kemampuan yang ia milki

4. Hati yang tawadhu itu menyisakan ruang kosong di hatinya untuk menerima nasihat dan saran sedangkan mereka yang sombong , kalbunya tertutup untuk nasihat

5. Pribadi yang tawadhu menerima kebenaran dari siapapun ,karena baginya orang besar tidak mesti benar dan rakyat jelata tidak harus salah .

6. Pepatah Arab mengatakan " انظر ما قال ولا تنظر،من قال' Lihatlah apa yang di katakan dan jangan melihat siapa yang berkata "

7. Takabbur lawan dari tawadhu adalah menolak kebenaran dan menghina orang lain.

8 .Ulama berkata " Jangan menghina seseorang di bawah mu karena setiap insan ada kelebihan . Bahkan seorang yang terlihat pendiam pun punya kelebihan yaitu ia akan lebih amanah dalam menyimpan rahasia

9. Seorang yang dekat dengan Al Quran juga hanya mencari kemulian dengan mendekatkan diri kepada Allah bukan mencarinya dengan mencari perhatian makhluk , karena ia yakin kemulian itu hadir dengan akhlak qurani bukan disebakan nasab ,harta dan jabatan

10 . Ulama berkata ;
Rendah hatilah ! Jadilah seperti bintang !
Terlihat rendah diatas permukaan air, tetapi sejatinya
tinggi.
Jangan seperti asap yang terbang meninggi ke langit,
namun kemudian hilang tak berbekas.”

(Agsa)



Posting Komentar

0 Komentar